Minggu, 05 Maret 2017

Makalah Sejarah Peradaban Islam~Dinasti Fatimiah
Dinasti Fatimiah

Dinasti Fatimiah adalah salah satu dari Dinasti Syi’ah dalam sejarah Islam. Dinasti ini didirikan di Tunisia pada tahun 909 M, sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim saat itu yang berpusat di Baghdad, yaitu Dinasti Abbasiyah. Dinasti Fatimiah didirikan oleh Sa’id bin Husain. Berakhirnya kekuasaan Dinasti Abbasiyah di awal abad kesembilan ditandai dengan munculnya disintegrasi wilayah. Di berbagai daerah yang selama ini dikuasai, menyatakan melepaskan diri dari kekuasaan pemerintah di Baghdad dan membentuk daulah-daulah kecil yang berdiri sendiri (otonom). Di bagian timur Baghdad, muncul dinasti Tahiriyah, Saariyah, Samaniyah, Gasaniyah, Buwaihiyah, dan Bani Saljuk. Sementara ini di bagian barat, muncul dinasti Idrisiyah, Aglabiyah, Tuluniyah, Fatimiyah, Ikhsidiyah, dan Hamdaniyah.

Dinasti ini mengalami masa kejayaan pada pemerintahan Al-Aziz. Kebudayaan Islam berkembang pesat pada masa Dinasti Fatimiah, yang ditandai dengan berdirinya Masjid Al-Azhar. Masjid ini berfungsi sebagai pusat pengkajian islam dan ilmu pengetahuan. Dinasti ini berakhir setelah Al-Adid sebagai Khalifah terakhir, jatuh sakit. Dinasti Fatimiah merupakan salah satu dinasti Islam yang pernah ada dan juga memiliki andil dalam memperkaya khazanah sejarah peradaban Islam.

Selengkapnya klik di sini 

Kamis, 26 Januari 2017

Makalah Sejarah Peradaban Islam ~ Dinamika Peradaban Islam dan Budaya Jawa
endekatan yang dilakukan oleh para wali dapat diterima dan disambut baik oleh masyarakat Jawa karena tidak bertentangan. Sebagian orang di Jawa masih mengikuti tradisi-tradisi, upacara yang serba berlambang. Dengan demikian, perpaduan unsur-unsur kebudayaan Jawa dengan unsur-unsur dalam agama Islam disatukan dalam budaya Jawa sehingga tradisi-tradisi Jawa yang asalnya Hindu atau Budha berubah menjadi bercorak Islam. Terciptanya perpaduan Islam dengan kebudayaan Jawa itu sekaligus menggambarkan persepsi kebudayaan Jawa terhadap Islam, meskipun Islamnya sinkeris, namun mereka tidak mau dikatakan bukan Islam, karena lambang-lambang dan tradisi-tradisi itu merupakan ciri khas orang Jawa.

Sekarang kebudayaan Jawa seakan-akan tenggelam dalam serangan ombak modernisasi. Masuknya Islam di Jawa sudah sejak sebelum zaman Majapahit dan sejati itu pula Islam berkembang tanpa mengalami suatu kesulitan dari pihak penguasa (kerajaan).
Di dalam pengembangan dan kemajuan Islam di Jawa, tercatat jasa besar para wali (waliyullah) yang terkenal menyebarkan agama Islam di Jawa yang disebut dengan wali sanga yakni wali yang berjumlah sembilan.
Pendekatan yang dilakukan oleh para wali dapat diterima dan disambut baik oleh masyarakat Jawa karena tidak bertentangan. Sebagian orang di Jawa masih mengikuti tradisi-tradisi, upacara yang serba berlambang. Dengan demikian, perpaduan unsur-unsur kebudayaan Jawa dengan unsur-unsur dalam agama Islam disatukan dalam budaya Jawa sehingga tradisi-tradisi Jawa yang asalnya Hindu atau Budha berubah menjadi bercorak Islam. Terciptanya perpaduan Islam dengan kebudayaan Jawa itu sekaligus menggambarkan persepsi kebudayaan Jawa terhadap Islam, meskipun Islamnya sinkeris, namun mereka tidak mau dikatakan bukan Islam, karena lambang-lambang dan tradisi-tradisi itu merupakan ciri khas orang Jawa.
Dalam dakwahnya para wali memiliki kebijakan khusus yaitu tidak memaksakan Islam kepada rakyat, melainkan memilih jalan perpaduan dalam hal-hal yang hampir sama, antara Hindu-Jawa dengan Islam, maka dalam Islam terkandung unsur-unsur asli Jawa, Hindu dan Islam karena hal itu merupakan proses adaptasi masuknya Islam di Jawa untuk penyesuaian menjadi satu kesatuan yang baru, sehingga Jawa atau budaya Jawa berubah menjadi bercorak Islam. 

Makalah selengkapnya baca disini

Sabtu, 14 Januari 2017

Peradaban Islam Pada Masa Bani Umayah(661-750 M) Dan Peradaban Islam Pada Masa Bani Abbasiyah(750-1258 M)

Bani umayyah kekhalifahan islam  pertama pada setelah masa khulafa ur- Rasyidin yang memerintah dari (661-750 M) dijazirah arab dan sekitarnya. Merupakan masa peralihan dari Hasan bin Ali kepada Mu’awiyyah bin sufyan. Peristiwa tersebut termasuk masa perubahan sistem pemerintahan masyarakat islam. Banyak sistem pemerintahan pada masa khulafa ur-Rasyidin yang disempurnakan dan juga dirubah secara total. 
Serta melakukan perluasan diberbagai daerah, sehingga membuat  peradaban islam berjaya. Sejak masa khalifah Umar bin Abdul Aziz memberikan toleransi kepada golongan syi’ah, keturunan dari bani Hasim dan bani Abbas yang ditindas oleh bani Umayyah bergerak mencari jalan bebas. Dengan mendirikan gerakan rahasia untuk menumbangkan Daulah Umayah dan membangun Daulah abbasiyah. Dan melakukan propaganda diberbagai kota maupun daerah terutama dari golongan yang merasa tertindas, bahkan juga golongan-golongan yang awanya mendukung bani Umayyah.
Menjelang tumbangnya Daulah Umayah telah terjadi bnayak kekacauan dalam berbagai bidang kehidupan bernegara, terjadi kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan yang diuat oleh para khalifah dan para pembesar negara lainnya sehingga terjadilah pelanggaran-pelanggaran.

Pada masa Daulah Abbsiyah disebut sebagai masa keemasan islam, atau sering disebut dengan istilah “The Golden Age”. Pada itu masyarakat islam telah mencapai puncak kemulian, baik dalam bidang ekonomi, politik, peradaban dan kekuasaan pada masa kekuasaan bani Abbas yang pertama. Selain itu juga telah berkembang berbagai ilmu pengetahuan, ditambah lagi dengan banyaknya tokoh-tokoh penerjemahan buku dari bahasa asing ke bahasa Arab. Sehingga mwlahirkan cendekiawan-cendekiawan yang terkenal dalam bidang filsafat. Bani Abbas mewarisi imperium besar bani Umayyah. Hal ini menjadikan mereka lebih banyak, karena landasannya telah dipersiapkan oleh Daulah Bani Umayyah yang besar.
Selanjutnya Klik disini
Peradaban Arab Masa Pra Kenabian Dan Masa Rasulullah SAW

Menjelang kerasulan Nabi Muhammad SAW di seluruh penjuru dunia telah ada bermacam-macam kepercayaan agama yang dianut oleh manusia. Yang mana agama tersebut mempunyai keyakinan tentang tuhan dan ajaran agama yang berbeda. Banyaknya jumlah agama dan aliran ini merupakan latar belakang dan alasan yang tepat mengapa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagi utusannya.
Ketika Nabi Muhammad SAW lahir (570 M), Makkah adalah kota yang sangat penting dan terkenal diantara kota-kota di negeri  Arab. Baik karena tradisinya maupun  karena  letaknya. Kota ini dilalui jalur perdagangan yang ramai menghubungkan Yaman di Selatan dan Siria di Utara. Dengan adanya ka’bah ditengah kota. Makkah menjadi pusat keagamaan Arab. Ka’bah adalah tempat mereka berziarah. Makkah kelihatan makmur dan kuat. Agama dan masyarakat Arab ketika itu mencerminkan realitas kesukuan masyarakat jazirah Arab dengan luas satu juta mil persegi.

Dunia Arab ketika itu merupakan kancah peperangan terus menerus. Pada sisi yang lain meskipun masyarakat Badui mempunyai pemimpin namun mereka hanya tunduk kepada Syeikh atau Amir (ketua kabilah) itu dalam hal yang berkaitan dengan peperangan, pembagian harta rampasan dan pertempuran tertentu. Diluar itu, Syeikh atau Amir tidak kuasa mengatur anggota kabilahnya. Akibat peperangan yang terus menerus, kebudayaan mereka tidak berkembang.
    Selengkapnya Klik disini